Taufan Daniarta, Alumni UNDIP yang Mengintegrasikan Agribisnis dan Arkeologi untuk Pemberdayaan Desa

Taufan Daniarta Sukarno, S.P., M.Par, alumnus Program Studi Agribisnis Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro angkatan 2013, terus menorehkan prestasi di dunia riset dan pemberdayaan masyarakat. Pada Tahun 2017, Beliau mengemban peran strategis di Pusat Penelitian dan Pengembangan Balai Latihan Masyarakat (Balilatfo), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), Saat ini beliau aktif sebagai arkeolog di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Latar belakang akademik beliau yang memadukan ilmu agribisnis dan pariwisata menjadi modal penting dalam merancang berbagai program pengembangan desa. Melalui Balilatfo, beliau terlibat dalam penelitian, pelatihan, dan pengembangan kapasitas masyarakat desa, khususnya di bidang agribisnis, pemberdayaan ekonomi lokal, dan agrowisata. Beberapa hasil riset yang telah dihasilkan seperti “Identifikasi Potensi dan Status Pengembangan Desa Wisata di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat dan Rural waste management model in creating an inclusive economy”

Di BRIN, Beliau berkontribusi pada penelitian arkeologi yang tidak hanya berfokus pada pelestarian warisan budaya, tetapi juga pada pemanfaatannya untuk mendukung pengembangan destinasi wisata budaya. Sinergi antara kedua bidang ini, menurutnya, dapat menjadi kunci bagi desa-desa di Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui potensi lokal yang dimiliki.

Kiprah beliau dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni UNDIP lainnya untuk terus berkontribusi di berbagai bidang, menggabungkan ilmu pengetahuan dengan praktik nyata. Serta menjadi contoh generasi peneliti yang mampu menghubungkan ilmu pengetahuan lintas disiplin untuk menjawab tantangan pembangunan Indonesia